Minggu, 27 Maret 2022

Kultur Sekolah

 

Tarisa [12001161] 

Schein, Deal & Peterson (2002) berpendapat bahwa "School cultures are complex webs of traditions and rituals that have been built up over time as teachers, students, parents, and administrators work together and deal with crises and accomplishments. Cultural patterns are highly enduring, have a powerful impact on performance, and shape the essays people think, act, and feel"

Budaya sekolah merupakan jaringan tradisi dan ritual yang kompleks, yang telah dibangun dari waktu ke waktu oleh guru, siswa, orangtua, dan administrator yang bekerja sama dalam menangani krisis dan prestasi. Pola budaya sangat abadi, memiliki dampak yang kuat pada kinerja, dan membentuk bagaimana orang berpikir, bertindak.

Berdasarkan pendapat Schein, Deal & Peterson (2002) dapat saya simpulkan bahwa kultur sekolah ini memiliki hubungan yang kuat antara semua warga sekolah dengan pihak-pihak terkait seperti guru, siswa, orangtua, dan administrator. Guru dan siswa adalah unsur yang sangat penting dalam sebuah prosese pembelajar, namun peran orangtua dan administrator juga sangat dibutuhkan dalam kesuksesan peserta didik dalam belajar. Hubungan yang baik dan kuat antara pihak-pihak terkait akan dapat menciptakan kinerja yang baik pada seluruh warga sekolah.

Dalam literatur sosiologi pendidikan, kebudayaan sekolah dimaknai sebagai: a complex set of beliefs values and traditions, ways of thinking and behaving, yaitu seperangkat keyakinan, nilai, dan tradisi, cara berpikir dan berperilaku yang membedakannya dari institusi-institusi lainnya seperti yang dikutip dari pendapat Vembriarto (1993).

Lebih lanjut dikemukakan bahwa kebudayaan sekolah memiliki unsur-unsur penting, mulai dari yang abstrak/non-material hingga yang konkrit/material, yaitu:

1. Nilai-nilai moral, sistem peraturan, dan iklim kehidupan sekolah.

2. Pribadi-pribadi yang merupakan warga sekolah yang terdiri atas siswa, guru, non teaching specialist dan tenaga administrasi.

3. Kurikulum sekolah yang memuat gagasan-gagasan maupun fakta-fakta yang menjadi keseluruhan program pendidikan.

 4. Letak lingkungan, dan prasarana fisik sekolah gedung sekolah, dan kelengkapan lainnya.

Dari pernyataan Vembriarto (1993) dapat kita garis bawahi bahwa sekolah berperan dalam menyampaikan kebudayaan dari generasi ke generasi dan oleh karena itu kita harus selalu memperhatikan kondisi masyarakat dan kebudayaan umum. Namun demikian, kita harus siap jika di sekolah itu sendiri timbul pola kelakuan tertentu yang diakibatkan adanya keanekaragaman kebudayaan yang ada di wilayah sekoah. Keterbukaan warga sekolah dengan adanya keanekaragaman sangat diperlukan kerena untuk memudahkan interaksi setiap warga sekolah satu dengan yang lain. Keterbukaan ini juga harus dibentengi kehati-hatian supaya warga sekolah bisa menyaring masuknya kebudayaan baru yang tidak baik bagi lingkungan sekolah.

Berdasarkan pendapat Djemari (2004) kultur sekolah yang positif sangat penting bagi seluruh warga sekolah. Diterangkan lebih lanjut beliau mengatakan bahwa kultur sekolah yang positif dapat memperbaiki kinerja sekolah, membangun komitmen warga sekolah serta membuat suasana kekeluargaan, kolaborasi, ketahanan belajar, semangat terus maju, dorongan bekerja keras, dan tidak mudah mengeluh.

Kultur sekolah dibangun melalui kesungguhan dan  komitmen yang kuat yang dilaksanakan secara konsisten dengan program-program aksi yang konkrit dengan strategi pengkondisian, pembiasaan, dan keteladanan, baik melalui pendekatan struktural maupun kultural. Pendekatan struktural denganmembuat kesepakatan berupa regulasi seperti peraturan, tata tertib, dan sebagainya. yang mengikatsiswa, guru, dan seluruh warga sekolah lainnya, adanya program-program pembiasaan yang lambat laun akan menjadi budaya/karakter, sedangkan pendekatan kultural melalui interaksi dengan menanamkan nilai-nilai, sikap dan prilaku yang diintegrasikan pada setiap mata pelajaran atau melalui kegiatan ekstra kurikuler, dan yang terpenting dengan cara pembudayaan dengan keteladanan yang ditunjukkan oleh kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah. Zamroni (2010) berpendapat “Setiap sekolah mempunyai kultur, tapi sekolah yang sukses hanyalah sekolah yang memiliki kultur positif yang sejalan dengan visi dan misi pendidikan yang menjadi harapan dan cita-cita dari seluruh warga sekolah”. Contoh kultur positf disekolah:

  1. Warga sekolah memiliki keyakinan hanya mereka yang belajar keras dan sungguh-sungguh yang akan memperoleh prestasi tinggi
  2. Memegang teguh bahwa prestasi dan proses mencapainya seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan
  3. Menjunjung tinggi nilai-nilai religius, norma sosial, etika dan moral
  4. Membangun jembatan antara visi, misi, dan aksi
  5. Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan memiliki kinerja dan etos kerja yang baik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di sekolah.
  6. Menghargai prestasi siswa
  7. Lingkungan sekolah yang bersih, rapi, sejuk, dan aman.

Kultur sekolah berkaitan erat dengan visi yang dimiliki oleh kepala sekolah tentang masa depan sekolahnya. Kepala sekolah yang memiliki visi untuk menghadapi tantangan sekolah di masa depan akan lebih sukses dalam membangun kultur sekolah. Untuk membangun visi sekolah ini, perlu kolaborasi antara kepala sekolah, guru, staf administrasi dan orangtua siswa. Kultur sekolah akan baik apabila:

a) kepala sekolah dapat berperan sebagai model,

b) mampu membangun kerjasama tim,

c) belajar dari guru, staf, dan siswa, dan,

d) harus memahami kebiasaan yang baik untuk terus dikembangkan.

Kepala sekolah dan guru harus mampu memahami lingkungan sekolah yang spesifik tersebut. Karena, akan memberikan perspektif dan kerangka dasar untuk melihat, memahami dan memecahkan berbagai problem yang terjadi di sekolah. Dengan dapat memahami permasalahan yang kompleks sebagai suatu kesatuan secara mendalam, kepala sekolah dan guru akan memiliki nilai-nilai dan sikap yang amat diperlukan dalam menjaga dan memberikan lingkungan yang kondusif bagi berlangsungnya proses pendidikan yang bermutu.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perangkat Pembelajaran

Tarisa [12001161]   Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi) Perangkat pembela...