Sistem Evaluasi
Oleh : Tarisa (12001161)
Pengertian
evaluasi adalah sebagai suatu alat mengumpulkan informasi
tentang sistem pendidikan. Mengevaluasi pendidikan ialah mengumpulkan informasi
agar terhadap pendidikan itu dapat
diambil tindakan ( Stufflebean, 1971) Hasilnya diperlukan untuk membuat
berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Grondlund dan Linn
(1990) mengatakan bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan,
menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan
sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.
Untuk dapat melaksanakan penilaian perlu melakukan
pengukuran terlebih dahulu, sedangkan pengukuran tidak akan mempunyai makna
tanpa melakukan penialaian (Arikunto 2002) . pengukuran dapat diartikan sebagai
pemberian angka kepada suatu karakteristik tertentu yang didasarkan pada aturan
atau formulasi yang jelas (Zainul,1992).
Fungsi
evaluasi adalah untuk diagnostik dan pengembangan. Hasil
evaluasi menggambarkan kemajuan, kegagalan, dan kesulitan masingmasing
siswa.Untuk seleksi. Hasil evaluasi dapat digunakan dalam rangka menyeleksi
calon siswa dalam rangka penerimaan siswa Untuk memenuhi usia tertentu
perlombaan. Hasil evaluasi digunakan untuk menetapkan siswa mana yang memenuhi
syarat untuk memasuki usia tertentu misalnya usia junior dan senior dengan
batas umur yang telah ditentukan. Untuk penempatan. Para siswa atlet yang
memiliki prestasi bisa dipersiapkan untuk event yang lebih tinggi misalnya
event nasional atau event internasional.
Fungsi evaluasi dapat dibedakan menjadi dua yakni
fungsi hasil belajar dan fungsi evaluasi hasil pengajaran.
- Evaluasi hasil belajar antara lain yaitu fungsi
formatif . Evaluasi yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung dapat memberika informasi yang
berupa umpan balik bagi guru maupun bagi siswa. Dan Fungsi sumatif Dalam
pelaksanaan evaluasi hasil belajar tes
sumatif biasanya dilakukan pada akhir program
pengajaran. Misalnya pada tengah semester, akhir semeter dan akhir tahun
ajaran. (Haris & Jihad.2013)
- Fungsi evaluasi program pengajaran adalah sebagai
berikut :
Laporan untuk orang tua siswa. Evaluasi yang diselenggarakan sekolah
perlu adanya laporan untuk orang tua siswa, oleh karena itu pelaporan harus
dapat mudah dipahami, dan bersifat objektif dan harus menggambarkan tingkat
pencapaian siswa.laporan tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
dengan peryataan lulus atau belum lulus dan dengan nilai siswa. Laporan untuk
sekolah Selain untuk orang tua, siswa dan guru harus juga membuat laporan untuk
sekolah. Sekolah sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya
proses pembelajaran. Oleh karena itu pihak sekolah berkepentingan untuk
mengetahui catatan perkembangan peserta didiknya. Dalam operasionalnya
pelaporan untuk sekolah lebih berorientasi dalam membangun penguatan siswa
dalam,Mengadakan remidial, Mengadakan pengayaan, Perbaikan pembelajaran yang
dilakukan guru, Penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah. Laporan untuk
masyarakat. Laporan kegiatan pembelajaran pada masyarakat merupakan hal yang
juga penting untuk dilakukan oleh pihak sekolah karena dapat meyakinkan upaya –
upaya yang telah dilakukan sekolah dalam meningkatkan pembelajaran.
Tujuan
Evaluasi adalah sebagai pedoman penilaian Depdiknas (2001),
menyatakan bahwa tujuan penilaian adalah untuk mengetahui kemajuan belajar
siswa, untuk perbaikan, dan peningkatan kegiatan belajar siswa,mengidentifikasi
kelebihan dan kelemahan atau kesulitan belajar siswa, serta sekaligus memberi
umpan balik untuk perbaikan kegiatan belajar. penialaian secara sistematis dan
berkelanjutan untuk: menilai hasil belajar siswa di sekolah,
mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat dan mengetahui
mutu pendidikan disekolah
Prinsip
Evaluasi adalah sebagai sistem penilaian dalam pembelajaran
hendaknya dikembangakan berdasarkan prinsip – prinsip sebagai berikut :
Menyeluruh, Berkelanjutan Berorientasi pada indikator ketercapaian Sesuai
dengan pengalaman belajar.
Aspek
yang dinilai dari kegiatan evaluasi adalah sesuai dengan
kemampuan dasar yang ingin dicapai maka pengujian harus mencakup:
- Proses belajar yaitu seluruh pengalaman belajar
yang dilakukan siswa.
- Hasil belajar yaitu ketercapaian setiap kemampuan
dasar, baik kognitif, afektif maupun psikomotor, yang diperoleh siswa selama
mengikuti kegiatan pembelajaran.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinyauntuk memiliki kekuatan spritual
keagamaan, pengedalian diri, kepribadian, kecerdasan,akhlak mulia
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa
dan negara( UU No 20 tahun 2003). Definisi ini menunjukkan bahwa
pendidikan mencakup ranah pengetahuan, keterampilan, dan afektif, yang kuncinya adalah mengembangkan potensi peserta
didik menjadi kemampuan untuk hidup di masyarakat.
Pada era kompetitif seperti sekarang ini, semua
negara di dunia berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan masing- masing,
karena kesejahteraan masyarakat pada suatu negara sangat bergantung
padakualitas pendidikannya. Pendidikan berkualitas akan menghasilkan sumber
daya manusia yang berkualitas pula yang mampu mengelola sumber daya alam secara
efektif dan efisien. Dengan mempunyai kualitas sumber daya manuasia
produktivitas negara akan meningkat dan pada akhirnya di harapkan akan mampu
meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka meningkatkan
kualitas pendidikan nasional, pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti
halnya pengembangan dan penyempurnaan kurikulum, pengembangan materi
pembelajaran, perbaikan sistem evaluasi, pengadaan buku dan alat -alat
pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kompetensi
guru, serta peningkatan mutu pimpinan sekolah (Depdiknas, 2001: 3).
Didalam suatu proses belajar pembelajaran didalam
kelas, tentu sistem evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru atau
pendidik terhadap bagaimana perkembangan peserta didiknya akan sangat penting.
Mengapa tidak, karena dengan adanya sistem evaluasi pembelajaran maka guru atau
pendidik di sekolah akan mengetahui bagaimana perkembangan peserta didiknya
Apabila suatu pembelajaran yang dilakukan oleh guru
tersebut mampu mengembangkan potensi dari peserta didiknya maka hal tersebut
akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri atas pencapaian yang telah dilakukan
oleh guru atau pendidik tersebut.
Lalu apa saja sistem evaluasi pembelajaran yang
harus dilakukan oleh guru atau pendidik terhadap peserta didiknya. Hal yang
umum dilakukan adalah lewat penilaian atau pengukuran yang dilakukan oleh
pendidik atau guru terhadap perkembangan peserta didiknya. Didalam proses
evaluasi pembelajaran biasanya guru menggunakan sistem evaluasi pembelajaran
melalui tes ataupun lewat non tes.
Didalam sistem evaluasi pembelajaran melalui tes
ataupun lewat non tes guru harus punya sistem penilaian yang standar sesuai
dengan peraturan yang telah disepakati disekolah. Misalkan sistem evaluasi
pembelajaran lewat tes yaitu dengan cara memberikan ujian tulis ataupun lisan,
kemudian sistem evaluasi pembelajaran lewat non tes menggunakan sistem
penilaian bagaimana perkembangan peserta didik baik dari segi afektif dan
psikomotorik siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar