Sabtu, 23 April 2022

Kompetensi Guru Profesional

Tarisa (12001161)

Jika merujuk kepada Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi diartikan sebagai seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa “Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”.

Seorang guru dikatakan sebagai sebagai guru profesional jika menguasai empat standar kompetensi guru. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, dijelaskan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berdasarkan penjelasan diatas, merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) dapat saya simpulkan bahwa dalam kompetensi guru profesional meliputi beberapa kompetensi yaitu:

1) Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

2) Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

3) Kompetensi Profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya. Penjelasannya adalah: a) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung pelajaran yang diampu. b) Mengusai standar kompentensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang mampu. c) Mengembangkan materi pembelajaran yang mampu secara kreatif. d) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. e) Memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangakan diri.

4) Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Seorang guru harus bersikap inkulif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial keluarga. Seorang guru harus berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.

Kemudian pengertian guru berdasarkan bahasa Indonesia, pengertian guru merujuk sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Sedangkan jika kita melihat pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, di sana dikatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Dalam pengertian tersebut tidak diragukan jika guru merupakan pendidik yang memiliki peran yang sangat besar dalam mencapai tujuan pembelajaran. Warso (2014) dalam bukunya Proses Pembelajaran & Penilaiannya di SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK mengatakan pada pelaksanaan proses pembelajaran guru mempunyai peran yang sangat penting. Peran atau tugas seorang guru dalam proses pembelajaran tersebut meliputi guru sebagai: Sumber belajar; Fasilitator; Pengelola pembelajaran; Demonstrator; Pembimbing; Motivator; dan Penilai.

Nah, terkait peran atau tugas guru yang dikemukakan Warso (2014) dalam bukunya Proses Pembelajaran & Penilaiannya di SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK akan saya jelaskan secara lebih rinci bagaimana peran guru terkait sumber belajar, fasilitator, pengelola pembelajaran, demonstrator, pembimbing, motivator, dan penilai.

1) Guru sebagai sumber belajar, maksudnya gurulah yang menjadi tempat peserta didik menggali atau mengambil pelajaran. Sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran hendaknya guru harus memiliki bahan referensi yang lebih banyak dibandingkan dengan siswa dan guru perlu melakukan pemetaan tentang materi pelajaran.

2) Guru sebagai fasilitator, maksudnya guru berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

3) Guru sebagai pengelola pembelajaran, guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman melalui pengelolaan kelas. Sebagai pengelola pembelajaran guru memiliki beberapa fungsi umum yaitu merencanakan tujuan belajar, mengorganisir berbagai sumber belajar, dan memimpin serta mengawasi.

4) Guru sebagai demonstrator, maksudnya yaitu guru berperan untuk mempertunjukkan kepada siswa tentang segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan paham terhadap pesan atau informasi belajar yang disampaikan. Guru juga berperan sebagai model atau teladan bagi siswa.

5) Guru sebagai pembimbing, maksudnya yaitu guru membimbing siswa agar dapat menentukan berbagai potensi yang dimilikinya sebagai bekal mereka, membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian tersebut ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia ideal yang menjadi harapan setiap orang tua dan masyarakat. Tugas guru adalah menjaga, mengarahkan dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat dan bakatnya.

6) Guru sebagai motivator, peran guru sebagai motivator akan memberi dampak yang baik pada proses pembelajaran siswa. Oleh sebab itu, guru perlu menumbuhkan potensi belajar siswa. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa.

7) Guru sebagai penilai, berperan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Dengan melakukan penilaian maka guru akan mengetahui atau menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dan juga guru dapat menentukan keberhasilan setiap program-program yang telah direncanakan oleh guru itu sendiri.

 

Senin, 18 April 2022

Manajemen Kelas

Tarisa (12001161)

Sebelum kita lebih jauh membahas tentang manajemen kelas, terlebih dahulu saya akan menguraikan pengertian dari kelas. Jika dilihat dari banyaknya pengertian tentang kelas, dapat saya simpulkan pengertian kelas secara sempit dan luas (Kamus Bahasa Indonesia, 2008:669). Dalam arti sempit kelas merupakan ruang tempat belajar di sekolah. Dalam arti luas kelas merupaan semua tempat yang dapat digunakan atau dapat diakses oleh guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Sehingga kelas memiliki cakupan yang  luas, di mana ada interaksi guru dan siswa terkait membahas ilmu pengetahuan, maka tempat tersebut dapat disebut dengan kelas. Namun sekarang seiring dengan perkembangan teknologi, tempat untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran pun semakin kompleks dan canggih. Pembelajaran tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun dapat dilakukan tanpa tatap muka (daring), seperti pembelajaran dengan sistem e- learning, dan media pembelajaran lain.

Manajemen kelas merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan kegiatan pembelajaran guru dengan segenap penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. lebih rinci berikut akan saya paparkan apa itu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan:

1) Perencanaan merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan semua aktivitas yang akan dilakukan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan.

2) Pengorganisasian merupakan keseluruhan proses pengelompokan semua tugas, tanggung jawab, wewenang, dan komponen dalam proses kerja sama sehingga tercipta suatu system kerja yang baik dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkaan.

3) Pengarahan/kepemimpinan merupakan keseluruhan proses mempengaruhi, menolong, mengajak, menggerakkan, dan menuntun orang lain dalam proses kerja agar berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai denganaturan yang berlaku dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.

4) Pengawasan menurut Kinbrough dan Nunnery (1983) mengartikan pengawasan sebagai proses memonitor kegiatan-kegiatan. Tujuannya untuk menentukan harapan-harapan yang secara nyata dicapai dan melakukan perbaikan-perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

Dari pengertian manajemen diatas dapat kita garis bawahi bahwa manajemen adalah rangkaian kegiatan atau tindakan yang dimaksud untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya pembelajaran. Manajemen kelas juga merupakan persyaratan penting dalam menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. Penciptaan kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas, sebab manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam upayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta  didik untuk belajar dengan baik. Keefektifan  manajemen  kelas  sangat  tergantung kepada bagaimana guru memahami berbagai aspek pelaksanaannya. Berikut aspek-aspek manajemen kelas yang harus dilakukan seorang guru: a) Mengecek kehadiran siswa; b) Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan tersebut; c) Pendistribusian bahan dan alat; d) Mengumpulkan informasi dari siswa; e) Mencatat data; f) Pemeliharaan arsip; g) Menyampaikan materi pembelajaran; dan  h) Memberikan tugas/pekerjaan rumah.

Aspek-aspek yang sudah disebutkan diatas sangat mendukung guru dalam mencapai tujuan dari manajemen kelas. adapun tujuan dari manajemen kelas adalah untuk: 1) mewujudkan situasai dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin, 2) menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghambat terwujudnya interaksi pembelajaran, menyediakan dan mengatur fasilitas belajar serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional, dan intelektual siswa di dalam kelas, serta membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang social, ekonomi, budaya, serta sufat-sifat individunya (Dirjen. PUOD dan Dirjen.Dikdasmen, 1996).

Tujuan yang dikemukakan (Dirjen. PUOD dan Dirjen.Dikdasmen, 1996) dapat saya simpulkan bahwa tujuan manajemen kelas ialah menciptakan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif. Upaya guru menciptakan dan mempertahankan kondisi yang diharapkan akan efektif apabila:

a) diketahui secara tepat faktor-faktor yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses  belajar mengajar;

b) diketahuinya masalah-masalah  yang  diperkirakan  dan  yang mungkin tumbuh yang dapat merusak iklim belajar mengajar; dan

c) dikuasai berbagai pendekatan dalam manajemen kelas dan diketahui pula kapan dan untuk masalah mana satu pendekatan digunakan (Entang dan Joni, 1983:7).

Pengajaran merupakan serangkaian kegiatan yang bermaksud  memfasilitasi  peserta  didik mencapai tujuan pendidikan secara langsung. Manajemen  kelas  merupakan segenap upaya guru dalam mengelola kegiatan  pembelajaran  guna  mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Manajemen kelas menentukan keberhasilan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Sehingga nampak jelas bahwa peran guru dalam manajemen kelas sangat menentukan keefektifan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru  dan  siswa.

Berdasarkan artikel pada the learning university, (Universitas Negeri Malang), Fungsi dari manajemen kelas ialah “memberi makna pembelajaran”, juga penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal. Jika diuraikan fungsi-fungsi dari manajemen kelas sebagai berikut:

a) Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas.

b) Merencanakan, yakni memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan, dan tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan metode / teknik yang tepat.

c) Mengorganisasikan, yakni menentukan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.

d) Memimpin, yakni pemimpin harus memiliki sifat kepemimpinan dan kepribadian yang dapat menjadi suri tauladan.

e) Mengendalikan, yakni memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.

Quotes of the day

Tidak ada peserta didik yang tidak berhasil di didik, yang ada adalah guru yang tidak berbasil mendidik. Tidak ada guru yang tidak berhasil mendidik, yang ada adalah kepala sekolah yang tidak mampu membuat guru berhasil mendidik.

Sabtu, 09 April 2022

Manajemen Sekolah

 Tarisa [120011611]

Berdasarkan berbagai sumber yang saya baca mengenai manajemen ada banyak sekali pengertian-pengertian manajemen yang dijelaskan berbagai ahli dan berbagai pendapat, namun apapun pengertian dan pendapat manajemen yang disampaikan itu dapat saya tarik kesimpulan bahwa manajemen merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam suatu kegiatan baik itu pendidikan, lembaga sekolah, organisasi dan lain-lain. Kemudia jika dilihat dalam pengertian manajemen secara luas dapat diartikan sebagai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Sedangkan, untuk manajemen dalam arti sempit adalah manajemen sekolah yang meliputi: perencanaan program sekolah, pelaksanaan program sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, pengawas/evaluasi, dan sistem informasi sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal harus mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh peserrta didik. Potensi tersebut meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Dari pengertian manajemen secara luas dan sempit dapat  saya simpulkan bahwa manajemen sekolah merupakan proses mengelola sekolah melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sekolah agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Karena tujuan utama diterapkan sistem manajemen adalah untuk memperoleh hasil maksimal dengan biaya atau usaha seminimal mungkin, dengan mendayagunakan seluruh aspek pendukung berupa SDM, aset serta finansial yang telah diatur sesuai dengan perencanaan.

Merujuk pada beberapa pengertian manajemen, tergambar adanya perbedaan penjelasan sesuai sudut pandang masing-masing para ahli. Namun, dalam hal visi dan tujuannya, kesemua pengertian tersebut mengerucut pada satu hal yang sama, yaitu pengambilan keputusan, karena itu dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan suatu usaha atau tindakan ke arah pencapain tujuan melalui suatu proses, kemudian manajemen sebagai suatu sistem kerja sama dengan pembagian peran yang jelas; dan melibatkan secara optimal kontribusi orang, dana, fisik, dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien. Dengan demikian, aktivitas manajemen mencakup spektrum yang luas, sebab mulai dari kegiatan bagaimana menentukan arah organisasi di masa depan, menciptakan kegiatan-kegiatan organisasi, mendorong terbinanya kerjasama antara sesama anggota organisasi serta mengawasi kegiatan dalam mencapai tujuan. Manajemen memiliki tujuan untuk mengontrol dan memastikan target dapat dicapai dan tujuan manajemen dapat optimal asal dilakukan kontrol pada saat pelaksanaan perencanaan. Adapun tujuan dari manajemen yaitu:

a)    Menjalankan dan menilai strategi perencanaan yang telah dikonsep agar pelaksanaannya berjalan sesuai arahan. Sebagus apapun konsep yang sudah dibuat jika tidak dilaksanakan sesuai arahan dan dilakukan sesukanya saja, tentu strategi perencanaan tidak akan bisa berjalan dengan baik dan terget mungkin akan sulit untuk dicapai.

b)   Melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan fungsi manajemen juga cara kerja kelompok ketika menjalankan tugasnya. Peninjauan sangat perlu dilakukan agar nantinya apa yang dikerjakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

c)    Melakukan pembaharuan terhadap fungsi manajemen terutama pada strategi pelaksanaannya. Hal ini dilakukan agar target tetap tercapai apabila ada kendala dalam pelaksanaan rencana.

d)   Meninjau kekuatan organisasi, mengetahui kelemahan, juga mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.

e)    Membuat sebuah terobosan baru yang berfungsi meningkatkan kinerja kelompok. Inovasi ini juga pastinya akan berimbas positif terhadap pencapaian rencana sesuai target.

Berdasarkan beberapa tujuan yang ada diatas dapat menjelaskan bahwa tujuan dari manajemen adalah untuk mengontrol dan memastikan target dapat dicapai. Apapun target yang ingin dicapai dalam manajemen sekolah harus dikontrol dengan baik oleh manajernya.

Diatas sebelumnya sudah disingung bahwa manajemen adalah suatu kegiatan, ini berarti dalam suatu kegiatan pasti memiliki tujuan yang harus dicapai, maka untuk mencapai tujuan tersebut tentu tidak akan terlepas dari peranan manajer (pengelola). Dalam manajemen sekolah, kepala sekolah sebagai manajer sekolah menempati posisi yang telah ditentukan di dalam organisasi sekolah. Salah satu perioritas kepala sekolah dalam manajemen sekolah ialah manajemen pembelajaran, karena manajemen sekolah dapat diartikan segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengelolaan dilakukan kepala sekolah dengan kewenangannya sebagai manager sekolah melalui komando atau keputusan yang telah ditetapkan dengan mengarahkan sumber daya untuk mencapai tujuan. Sebagaimana di kemukakan Rohiat (2010:14) ia menyatakan “manajemen merupakan alat untuk mengelola sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan harus benar-benar dipahami oleh kepala sekolah”. Peran manager dalam mengelola sumber daya di dalam sekolah akan sangat tergantung pada kompetensi (skill) kepala sekolah itu sendiri. Walaupun demikian menurut saya tidak hanya kepala sekolah yang berperan dalam keberhasilan manajemen sekolah, tetapi semua pihak terkait juga memiliki peran yang besar untuk dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebaik apapun peran kepala sekolah dalam mengelola manajemen sekolah jika tidak di dukung dan dibantu oleh pihak lain seperti guru dan staff sekolah, peserta didik, orang tua, masyarakat, dan lain-lain yang berperan juga dalam terciptanya tujuan disekolah mungkin saja tujuan tersebut tidak akan tercapai secara maksimal seperti yang diharapkan.

Manajemen adalah suatu kegiatan, pelaksanaannya adalah “managing” yaitu pengelolaan, sedangkan pelaksananya disebut dengan “manager” atau pengelola. Dalam rangka mensykseskan tujuan yang ingin dicapai antara manajemen, managing dan manager harus bisa saling bekerja sama dalam mewujudkan tujuan dari pendidikan atau sekolah. pengelolaan lembaga sekolah harus didorong upaya peningkatan kesadaran bagi setiap orang maupun sekelompok orang yang terlibat dalam pengelolaan tersebut.

Itulah ulasan saya mengenai materi manajemen sekolah, jika terdapat banyak keliru akan ulasan ini kritik membangun tentu sangat saya harapkan dari pembaca.

 

Perangkat Pembelajaran

Tarisa [12001161]   Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi) Perangkat pembela...