Tarisa (12001161)
Sebelum kita lebih jauh
membahas tentang manajemen kelas, terlebih dahulu saya akan menguraikan
pengertian dari kelas. Jika dilihat dari banyaknya pengertian tentang kelas,
dapat saya simpulkan pengertian kelas secara sempit dan luas (Kamus Bahasa
Indonesia, 2008:669). Dalam arti sempit kelas merupakan ruang tempat belajar di
sekolah. Dalam arti luas kelas merupaan semua tempat yang dapat digunakan atau dapat
diakses oleh guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran yang tidak dibatasi ruang
dan waktu. Sehingga
kelas memiliki cakupan yang luas, di mana ada interaksi guru dan siswa
terkait membahas ilmu pengetahuan, maka tempat tersebut dapat disebut dengan
kelas. Namun sekarang seiring dengan perkembangan teknologi, tempat untuk
melaksanakan kegiatan pembelajaran pun semakin kompleks dan canggih.
Pembelajaran tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun dapat dilakukan
tanpa tatap muka (daring), seperti pembelajaran dengan sistem e-
learning, dan media pembelajaran
lain.
Manajemen
kelas merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan kegiatan pembelajaran guru dengan segenap penggunaan sumber daya
untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan
efisien. lebih rinci berikut akan saya paparkan apa itu perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengawasan:
1) Perencanaan merupakan
keseluruhan proses pemikiran dan penentuan semua aktivitas yang akan dilakukan
pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan.
2) Pengorganisasian merupakan keseluruhan
proses pengelompokan semua tugas, tanggung jawab, wewenang, dan komponen dalam
proses kerja sama sehingga tercipta suatu system kerja yang baik dalam rangka
mencapai tujuan yang telah ditetapkaan.
3) Pengarahan/kepemimpinan merupakan keseluruhan
proses mempengaruhi, menolong, mengajak, menggerakkan, dan menuntun orang lain
dalam proses kerja agar berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai denganaturan
yang berlaku dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.
4) Pengawasan menurut Kinbrough dan Nunnery (1983) mengartikan
pengawasan sebagai proses memonitor kegiatan-kegiatan. Tujuannya untuk
menentukan harapan-harapan yang secara nyata dicapai dan melakukan
perbaikan-perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
Dari pengertian
manajemen diatas dapat kita garis bawahi bahwa manajemen adalah rangkaian
kegiatan atau tindakan yang dimaksud untuk menciptakan kondisi yang
memungkinkan berlangsungnya pembelajaran. Manajemen kelas juga merupakan
persyaratan penting dalam menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. Penciptaan kelas yang nyaman
merupakan kajian dari manajemen kelas, sebab manajemen kelas merupakan
serangkaian perilaku guru dalam upayanya menciptakan dan memelihara kondisi
kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan baik.
Keefektifan manajemen kelas sangat tergantung kepada
bagaimana guru memahami berbagai aspek pelaksanaannya. Berikut aspek-aspek
manajemen kelas yang harus dilakukan seorang guru: a) Mengecek kehadiran siswa;
b) Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan
tersebut; c) Pendistribusian bahan dan alat; d) Mengumpulkan informasi dari
siswa; e) Mencatat data; f) Pemeliharaan arsip; g) Menyampaikan materi
pembelajaran; dan h) Memberikan tugas/pekerjaan
rumah.
Aspek-aspek yang sudah
disebutkan diatas sangat mendukung guru dalam mencapai tujuan dari manajemen
kelas. adapun tujuan dari manajemen kelas adalah untuk: 1) mewujudkan situasai
dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok
belajar, yang memungkinkan peserta didik mengembangkan kemampuan semaksimal
mungkin, 2) menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghambat terwujudnya
interaksi pembelajaran, menyediakan dan mengatur fasilitas belajar serta
perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan
lingkungan social, emosional, dan intelektual siswa di dalam kelas, serta
membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang social, ekonomi,
budaya, serta sufat-sifat individunya (Dirjen. PUOD dan Dirjen.Dikdasmen,
1996).
Tujuan yang dikemukakan
(Dirjen. PUOD dan Dirjen.Dikdasmen, 1996) dapat saya simpulkan bahwa tujuan manajemen
kelas ialah menciptakan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa
dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif. Upaya guru menciptakan dan
mempertahankan kondisi yang diharapkan akan efektif apabila:
a) diketahui secara
tepat faktor-faktor yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan
dalam proses belajar mengajar;
b) diketahuinya
masalah-masalah yang diperkirakan
dan yang mungkin tumbuh yang
dapat merusak iklim belajar mengajar; dan
c) dikuasai berbagai
pendekatan dalam manajemen kelas dan diketahui pula kapan dan untuk masalah
mana satu pendekatan digunakan (Entang dan Joni, 1983:7).
Pengajaran merupakan
serangkaian kegiatan yang bermaksud
memfasilitasi peserta didik mencapai tujuan pendidikan secara
langsung. Manajemen kelas merupakan segenap upaya guru dalam mengelola
kegiatan pembelajaran guna
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan
efisien. Manajemen kelas menentukan keberhasilan pembelajaran yang dilakukan
guru dan siswa. Sehingga
nampak jelas bahwa peran guru dalam manajemen kelas sangat menentukan
keefektifan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan
siswa.
Berdasarkan artikel
pada the learning university,
(Universitas Negeri Malang), Fungsi dari manajemen kelas ialah “memberi makna
pembelajaran”, juga penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang
optimal. Jika diuraikan fungsi-fungsi dari manajemen kelas sebagai berikut:
a) Memberi dan
melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas.
b) Merencanakan, yakni
memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan, dan tindakan sekaligus
mengkaji berbagai sumber daya dan metode / teknik yang tepat.
c) Mengorganisasikan,
yakni menentukan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
organisasi.
d) Memimpin, yakni
pemimpin harus memiliki sifat kepemimpinan dan kepribadian yang dapat menjadi
suri tauladan.
e) Mengendalikan, yakni
memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang
direncanakan.
Quotes
of the day
Tidak
ada peserta didik yang tidak berhasil di didik, yang ada adalah guru yang tidak
berbasil mendidik. Tidak ada guru yang tidak berhasil mendidik, yang ada adalah
kepala sekolah yang tidak mampu membuat guru berhasil mendidik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar