Sabtu, 14 Mei 2022

Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik Peserta Didik

 Oleh: Tarisa [1200161]

Sebagai seorang pendidik menurut saya mengenal karakteristik peserta didik merupakan hal yang sangat penting. Kenapa mengenal karakteristik dikatakan penting? Dengan mengetahui atau memahami karakteristik peserta didik kita akan dapat dengan mudah melaksanakan serta mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran yang didalam kelas, karena kita tahu bahwa setiap anak didik tentu memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan kita sebagai pendidik maupun calon pendidik tentu harus memiliki kemampuan untuk mengetahui karakteristik tersebut demi tercapainya kenyamanan serta tujuan pembelajan yang ingin dicapai. Menurut Sudirman Karakteristik siswa adalah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya.

Menurut Dr. Meriyati, M.Pd untuk mengenal dan memahami peserta didiknya, seorang guru hendaknya dibekali dengan Ilmu Psikologi Pendidikan, Ilmu Psikologi belajar dan Ilmu Psikologi Perkembangan serta ilmu kesulitas anak dalam belajar. Ilmu tersebut terdapat konsep-konsep dasar tentang perkembangan kejiwaan peserta didik yang sangat membantu guru dalam mendampingi mereka. Disiplin ilmu ini sudah mulai dilupakan atau kurang diperhatikan guru sehingga kesulitan demi kesulitan dialami guru ketika berhadapan dengan peserta didik. Banyak masalah yang dihadapai peserta didik yang tidak terlalu berat tetapi karena kurang tepatnya pendekatan dan terapi yang digunakan guru dalam menyelesaikan masalah itu. Hal ini tidak menghasilkan penyelesaian secara tuntas dan masalah itu tetap menyelimuti peserta didik yang memberatkan langkahnya.

Saya sangat setuju dengan pendapat Dr. Meriyati, M.Pd. kesetujuan ini berdasarkan pengalaman yang saya alami saat saya mengajar disalah satu lembaga bimbingan belajar yang ada di daerah saya. Pada saat itu saya mengajar kelas Calistung (Membaca, Menuis, dan Berhitung) yang kebetulan anak pada tingkat itu berada di usia 4-7 tahun. Saya pernah dihadapkan dengan seorang anak yang yang sangat malas saat disuruh menulis, dan setiap pertemuan anak itu tidak pernah mau belajar menulis karena memang ia tidak bisa untuk menulis. Kebetulan ditempat saya mengajar semua guru ada dilakukan pelatihan yang dipimpin pemilik bimbel didaerah saya. Saat dilakukan pelatihan mengajar saya menanyakan permasalahan yang saya hadapi pertanyaannya kira-kira seperti ini “Kak bagaimana ya solusi untuk anak yang saat belajar menulis tapi anaknya tidak mau.” Kak Rima menjawab “saat seorang anak tidak mau melakukan sesuatu kemungkinan ada yang terlewatkan atau kesulitan yang dihadapi anak.” Kak Rima melanjutkan penejasanya bahwa saat anak tidak mau menulis tanyakan dulu alasan mengapa anak tersebut tidak mau melakukan itu, karena memang anak tersebut tidak mau menulis karena dia tidak bisa menulis atau kesulitan saat disuruh menulis maka dapat dipastikan ada tahap pra menulis seorang anak tersebut ada yang terlewatkan. Dan saat itu kami diajak kak Rima praktek menulis menggunakan tangan yang tidak bisa atau tidak pernah dipakai untuk menulis, contohnya saya bisanya menulis menggunakan tangan kanan saat menulis maka saat praktek itu saya menggunakan tangan kiri kemudian tidak boleh melihat tulisan dibuku tlis langsung melainkan menulis dengan melihat kamera hp masing-masing.

Saat itu semua guru yang mengikuti pelatihan itu mengalami kesulitan termasuk saya. Semua tulisan yang kami tulis berantakan dibuku dan kami kesulitan menggunakan tangan yang biasanya tidak dipakai untuk menulis. Kak Rima kembali menjelaskan “bigutulah kesulitan yang dihadapi oleh anak-anak yang tidak bisa menulis, karena mereka merasa menulis adalah hal yang sulit dilakukan karena itu mereka menolak untuk menulis.” Saya paham yang disampaikan kak Rima bahwa kita harus memahami anak didik kita dan kita harus masuk kedunia mereka untuk bisa memahami dan merasakan perasaan mereka, karena mungkin untuk menulis adalah hal yang mudah untuk kita lakukan tapi berbeda dengan mereka yang memang baru mengenal itu. Karena itu sebelum menulis kak Rima menyarankan kami untuk melakukan kegiatan-kegiatan pra menulis kepada mereka seperti melatih keseimbangan tangan salah satunya dengan cara memasukan air dari cangkir ke botol. karena adanya pembekalan ilmu psikologi berbentuk pelatihan yang dilakukan kepada guru-guru akhirnya saya mendapatkan solusi dari masalah yang dihadapi.

Dr. Meriyati, M.Pd kembali menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas, seorang guru dapat berperan sebagai Psikolog, yang dapat mendidik dan membimbing peserta didiknya dengan benar, memotivasi dan memberi sugesti yang tepat, serta memberikan solusi yang tuntas dalam menyelesaikan masalah anak didik dengan memperhatikan karakter dan kejiwaan peserta didiknya, guru berperan sebagai Tut Wuri Handayani yang memberikan arahan bagi anak didiknya dan mendorong mereka untuk lebih maju ke depan. Guru juga hendaknya mampu berperan sebagai seorang dokter yang memberikan terapi dan obat pada pasiennya sesuai dengan diagnosanya. Salah diagnosa maka salah juga terapi dan obat yang diberikan sehingga penyakitnya bukannya sembuh tetapi sebaliknya semakin parah.

Begitu pentingnya mengenal dan memahami karakter peserta didik, untuk itu seorang pendidik harus meluangkan waktunya bersama peserta didik dan memberikan perhatian yang maksimal pada peserta didik dalam membimbing mereka pada tercapainya tujuan pendidikan. Sesungguhnya keberadaan dan kesunguhan guru dalam melaksanakan tugas akan memberikan energi positif bagi peserta didiknya dalam mewujudkan harapan indah meraih cita-cita yang luar biasa. Banyak manfaat yang dapat dipetik bila seorang guru mampu mengenal kepribadian dan karakter siswanya dengan baik. Beberapa manfaat tersebut yaitu untuk mengetahui kelebihan yang mereka miliki dan dapat meningkatkannya, melihati kelemahan yang mereka miliki dan memperbaikinya, dan mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri mereka dan mengoptimalkannya untuk kesuksesan dimasa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perangkat Pembelajaran

Tarisa [12001161]   Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi) Perangkat pembela...