Senin, 23 Mei 2022

Kurikulum

Tarisa [12001161]

Sebelum membahas lebih jauh tentang kurikulum, saya akan menyampaikan terlebih dahulu apa itu kurikulum? Jika kita tinjau dari segi bahasa maka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang dimaksud dengan kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan. Sedangkan jika ditinjau dari segi bahasa awalnya istilah kurikulum bermula dari bahasa Yunani yang bisanya dipergunakan dalam dunia atletik curere yang berarti berlari. Kurikulum ini juga erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung atau sesorang yang bertugas menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Jika dikaitkan dengan pendidikan, kurikulum bisa dikatakan cara mempercepat tujuan dari pendidikan.

Jika dilihat dari arti yang lebih luas, istilah kurikulum ini bisa kita maknai sebagai suatu jalur yang mesti diikuti oleh seseorang untuk bisa menggapai tujuannya. Untuk kurikulum yang ada di sekolah maupun di tingkat lainnya, tentunya berkaitan langsung dengan pihak-pihak yang berada di sekolah sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Terus pertanyaannya sekarang apa hubungan (relasi) antara pendidikan dengan kurikulum?

Berdasarkan materi yang disampaikan bapak Budiono pada mata kuliahnya tentang relasi antara pendidikan dengan kurikulum dapat saya simpulkan bahwa Kurikulum merupakan isi dari pendidikan, sedangkan pendidikan merupakan tujuan pendidikan yang memuat komponen-komponen yang dibutuhkan dalam pembelajaran seperti sarana dan prasara dan lain-lain. Sehingga hubungan (relasi) antara pendidikan dengan kurikulum yaitu sebagai pengaturan mengenai bahan pembelajaran yang dapat dipedomani dalam aktivitas belajar mengajar.

Kurikulum merupakan salah satu komponen yang harus ada dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan. Dimana kurikulum akan memberikan arah dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan proses pendidikan, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan formal. Tanpa adanya kurikulum proses pendidikan tidak akan berjalan terarah dengan baik. Jika tidak ada kurikulum maka di sekolah tidak akan ada proses pendidikan, karena yang menentukan aktivitas proses pendidikan berupa kegiatan pembelajaran semuanya ditentukan dalam kurikulum. Dengan demikian, bukan hal yang berlebihan jika Beauchamp (1998) menyebutkan bahwa, “curriculum is the hearth of education”. Kurikulum adalah jantungnya pendidikan.

Apa fungsi kurikulum dalam dunia pendidikan?

Kurikulum memiliki beberapa fungsi yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Di antaranya fungsinya adalah fungsi penyesuaian, fungsi integrasi, fungsi diferensiasi,fungsi persiapan, fungsi pemilihan, serta fungsi diagnostik.

a) Untuk fungsi penyesuaian, artinya kurikulum dapat menyesuaikan (beradaptasi) dengan perubahan zaman.

b) Fungsi integrasi maknanya ia dapat menjadi media pembentuk pribadi yang berintegritas. Sementara itu,

c) fungsi diferensiasi mengacu pada kegunaan kurikulum untuk dapat memberikan reward kepada masing-masing individu meskipun mereka berbeda-beda.

d) Untuk fungsi persiapan, penyusunan kurikulum sekolah berguna untuk menyiapkan para siswa supaya dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

e) Fungsi pemilihan memungkinkan peserta didik dapat menyesuaikan minat mereka dalam memilih program pendidikan.

f) Terakhir, fungsi diagnostik dapat mendorong para pelajar untuk terus menggali potensi diri yang dimiliki.

Guna mewujudkan semua fungsi tersebut, sekolah atau lembaga pendidikan membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai demi tercapainya tujuan yang diinginkan. Untuk memenuhinya, sekolah bisa mengajukan pinjaman modal kerja dari Pintek dengan bunga yang flat. Tentunya ini pilihan yang tepat untuk memajukan kegiatan belajar di masa sulit ini.

Kenapa kurikulum di Indonesia sering berubah?

Sejak merdeka, terdapat berbagai contoh kurikulum sekolah yang pernah diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Dimulai dari Kurikulum 1947 yang pertama kali digunakan. Kemudian, dilanjutkan dengan Kurikulum 1952, Kurikulum 1964, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004, Kurikulum 2006, Kurikulum 2013, dan Kurikulum Merdeka Belajar atau Sekolah Penggerak. Banyaknya kurikulum yang pernah diterapkan ini menunjukkan bahwa para pemangku kebijakan senantiasa berupaya menyajikan kurikulum  yang sesuai dan cocok dengan perkembangan zaman. Dengan begitu, selama kurun waktu tertentu, kurikulum bisa saja akan diperbarui demi kebaikan pendidikan di Indonesia.

Walaupun kurikulum sering berganti, untuk saat ini terdapat tiga kurikulum pendidikan yang berlaku dan diterapkan di Indonesia. Kurikulum pertama adalah kurikulum 2013 secara penuh, yaitu kurikulum yang diterapkan pemerintah untuk mengganti kurikulum 2006 atau sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Kurikulum kedua adalah kurikulum darurat yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan. Kemudian kurikulum ketiga yaitu kurikulum Mmerdeka, yaitu kurikulum yang baru saja diluncurkan oleh kementerian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi baru-baru ini.

Kurikulum Merdeka sebelumnya bernama kurikulum prototipe. Kurikulum Merdeka ditujukan untuk memulihkan pembelajaran pascapandemi Covid-19. Kurikulum ini memiliki pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Jadi konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Apa saja peranan dari kurikulum?

Kurikulum memiliki beberapa peranan yang penting dalam kehidupan. Di antaranya adalah peranan konservatif, kreatif, serta kritis dan evaluatif. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya.

a) Peranan Konservatif artinya kurikulum berperan dalam mentransmisikan nilai-nilai masa lalu yang masih dianggap relevan dengan masa kini. Penjelasan ini sesuai dengan fakta bahwa hakikat pendidikan adalah proses sosial dari masyarakat beserta bagian dari masyarakat tersebut.

b) Peranan Kreatif artinya di sini, kurikulum berguna untuk menciptakan sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Terlebih lagi di era seperti sekarang ini, kebutuhan masyarakat terhadap suatu hal kian meningkat pesat. Dengan begitu, kurikulum dapat dipakai untuk menjalankan peran kreatif mengikuti perkembangan zaman sekaligus kebutuhan.

c) Peranan Kritis dan Evaluatif artinya kurikulum sekolah memiliki peranan kritis dan evaluatif. Artinya, keberadaan kurikulum bisa membantu pelajar untuk lebih peka terhadap kondisi dan juga situasi. Di sini, kurikulum adalah media/pedoman untuk memberikan nilai, ujian, sekaligus evaluasi kepada para pelajar atas hal yang telah dilaksanakan, terutama dalam proses pembelajaran.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perangkat Pembelajaran

Tarisa [12001161]   Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi) Perangkat pembela...